Tampilkan postingan dengan label ALGORITMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALGORITMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Pengertian & Fungsi Algoritma




ALGORITMA
Setiap bahasa pemrograman selalu menyediakan fungsi-fungsi yang sudah didefinisikan oleh bahasa pemrograman tersebut (built-in function). Namun ada kalanya kita memerlukan suatu prosedur tertentu yang kita gunakan berulang kali dan tidak tersedia dalam built-in function.

Prosedur adalah sekumpulan perintah yang merupakan bagian dari program yang lebih besar, yang berfungsi mengerjakan suatu tugas tertentu. Prosedur atau kadang disebut subrutin / subprogram biasanya relative independent terhadap bagian kode program yang lain. Atau sebenarnya prosedur dapat berdiri sendiri. Keuntungan menggunakan prosedur adalah:
  • mengurangi duplikasi kode program.
  • memberikan kemungkinan penggunaan kembali kode untuk program yang lain.
  • memecah masalah yang rumit dalam masalah-masalah yang lebih kecil dan lebih mudah diselesaikan.
  • membuat kode program lebih mudah dibaca.
  • dapat digunakan untuk menyembunyikan detil program.
Pada flowchart, untuk menuliskan prosedur digunakan notasi Predefined Process. Secara skematis, penggunaan prosedur dapat dilihat pada gambar 6.6.


Gambar 6.6. menunjukkan ada proses utama yang terjadi, dan ada prosedur yang sebenarnya merupakan bagian dari proses utama ini. Ketika proses utama membutuhkan suatu tugas tertentu, maka proses utama akan memanggil prosedur tertentu menyelesaikan tugas tersebut. Perhatikan contoh berikut:

Contoh 6.3. Prosedur

Buatlah algoritma menghitung luas segitiga, segiempat, dan lingkaran.

Penyelesaian:
Untuk membuat algoritma ini kita dapat memandang proses perhitungan luas segitiga, luas segiempat, dan luas lingkaran sebagai bagian program yang berdiri sendiri. Kita dapat membuat prosedur untuk masing-masing proses. Dan kita akan memanggil prosedur tersebut dari proses utama (gambar 6.7).


Urutan proses pada gambar 6.7 adalah sebagai berikut.
  • Pembacaan data
  • Pada proses utama akan terjadi pengecekan pada data yang dibaca,
  • Apabila data yang dibaca adalah untuk segitiga, maka proses utama akan memanggil prosedur hitung luas segitiga dengan membawa nilai variable yang diperlukan oleh prosedur luas hitung segitga.
  • Proses perhitungan luas segitiga hanya dilakukan pada prosedur tersebut.
  • Setelah proses perhitungan, maka hasil perhitungan akan dibawa kembali ke proses utama untuk dicetak hasilnya.
Urutan proses yang sama juga terjadi jika data yang dibaca adalah untuk segi-empat atau lingkaran.
Prosedur yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Hanya memiliki satu fungsi tujuan (logical inherent).
    Sebuah prosedur sebaiknya hanya memiliki satu fungsi tujuan dan tidak bercampur dengan tujuan-tujuan lain. Hal ini untuk membuat prosedur lebih focus, sehingga tujuan akan dapat tercapai dengan baik.

  • Tidak tergantung pada prosedur lain (independent).
    Sebuah prosedur harusnya bersifat mandiri, artinya prosedur ini dapat berjalan dan diuji tanpa menunggu bagian lainnya selesai. Selain itu variable-variabel yang digunakan dalam prosedur tersebut tidak mempengaruhi variable-variabel yang digunakan pada bagian lain di keseluruhan program.

  • Berukuran kecil (small size).
    Yang dimaksud ukuran disini adalah panjang algoritma atau panjang kode program pada suatu prosedur. Ukuran kecil akan mudah dibaca dan diperbaiki. Apabila sebuah modul sudah terlalu besar maka sebaiknya dipertimbangkan untuk dipecah-pecah menjadi beberapa modul yang lebih kecil.

ARTIKEL ALGORITMA & PEMROGRAMAN


ARTIKEL ALGORITMA & PEMROGRAMAN

1. Definisi Algoritma 
           “Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah 
yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci 
dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma  harus logis dan harus 
dapat ditentukan bernilai salah atau benar. 
            Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk 
melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma 
adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan 
keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak 
peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, 
pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik. 
2. Algoritma dan Program 
            Pertimbangan kedua yang ritma yang 
baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai 
yang sebenarnya.

            Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 
hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan 
keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu 
berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya 
tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu 
juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin 
buruklah algoritma tersebut. 

            Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda 
untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan 
dalam menyusun algoritma, tentunya  kita mengharapkan keluaran yang 
sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat. 

3. Beda Algoritma dan Program
           Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan 
tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan 
menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program 
adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. 

Beberapa pakar memberi formula bahwa: 

Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)  

Bagaimanapun juga struktur data  dan algoritma berhubungan sangat erat 
pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data 
yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya. 

4. Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika
          Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang 
ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun, 
jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. 
Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan 
dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang 
dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada 
setiap resep selalu ada urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila 
langkah-langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang 
diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep masakan akan membaca satu 
per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai 
yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut 
pemroses (processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, 
robot atau alat-alat elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses 
dengan melaksanakan atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan 
proses tersebut. 
           Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan 
secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi 
nama, dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan 
sehingga dapat menyebabkan kejadian.

-Mekanisme Pelaksanaan Algoritma oleh Pemroses 
         Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh 
komputer, algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman 
sehingga dinamakan program. Jadi program adalah perwujudan atau 
implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman 
tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer. 
        Kata “algoritma” dan “program” seringkali dipertukarkan dalam 
penggunaannya. Misalnya ada orang yang berkata seperti ini: “program 
pengurutan data menggunakan algoritma  selection sort”. Atau pertanyaan 
seperti ini: “bagaimana algoritma dan program menggambarkan grafik 
tersebut?”. Jika Anda sudah memahami pengertian algoritma yang sudah disebutkan sebelum ini, Anda dapat membedakan arti kata algoritma dan 
program. Algoritma adalah langkah-langkah penyelesaikan masalah, 
sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman. 
Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman dan kegiatan 
membuat program disebut  pemrograman (programming). Orang yang 
menulis program disebut pemrogram  (programmer). Tiap-tiap langkah di 
dalam program disebut pernyataan atau  instruksi. Jadi, program tersusun 
atas sederetan instruksi. Bila suatu instruksi dilaksanakan, maka operasi-
operasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dikerjakan komputer. 
        Secara garis besar komputer tersusun atas empat komponen utama yaitu, 
piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan memori. Unit 
pemroses utama  (Central Processing Unit – CPU) adalah “otak” komputer, 
yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi 
perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis. 
Memori adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingat-
ingat. Yang disimpan di dalam memori adalah program (berisi operasi-
operasi yang akan dikerjakan oleh CPU) dan data atau informasi (sesuatu 
yang diolah oleh operasi-operasi). Piranti masukan dan keluaran (I/O 
devices) adalah alat yang memasukkan data atau program ke dalam memori, 
dan alat yang digunakan komputer untuk mengkomunikasikan hasil-hasil 
aktivitasnya. Contoh piranti masukan antara lain, papan kunci (keyboard), 
pemindai (scanner), dan cakram (disk). Contoh piranti keluaran adalah, 
layar peraga (monitor), pencetak (printer), dan cakram. 
          Mekanisme kerja keempat komponen di atas dapat dijelaskan sebagai 
berikut. Mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer. 
Ketika program dilaksanakan (execute), setiap instruksi yang telah 
tersimpan di dalam memori dikirim  ke CPU. CPU mengerjakan operasi-operasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut. Bila suatu operasi 
memerlukan data, data dibaca dari piranti masukan, disimpan di dalam 
memori lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya tadi. Bila 
proses menghasilkan keluaran atau informasi, keluaran disimpan ke dalam 
memori, lalu memori menuliskan keluaran tadi ke piranti keluaran 
(misalnya dengan menampilkannya di layar monitor). 

5. Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman

 Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman.
Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan
masalah, kemudian menuangkannya  dalam suatu notasi tertentu yang
mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman
berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya,
pernyataan-pernyataannya, tata cara pengoperasian  compiler-nya, dan
memanfaatkan pernyataan-pernyataan tersebut untuk membuat program
yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja. Sampai saat ini terdapat puluhan
bahasa pemrogram, antara lain bahasa rakitan (assembly),   Fortran, Cobol,
Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog, LISP, PRG, bahasa-
bahasa simulasi  seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo. Berdasarkan
terapannya, bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok
besar: 
1.  Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok 
ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran 
(terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman 
mesin),  Prolog (terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa 
simulasi, dan sebagainya. 
2.  Bahasa perograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk 
berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah bahasa 
Pascal, Basic dan C. Tentu saja pembagian ini tidak kaku. Bahasa-
bahasa bertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk 
aplikasi lain. Cobol misalnya, dapat juga digunakan untuk terapan 
ilmiah, hanya saja kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasa-
bahasa pemrograman yang berbeda dikembangkan untuk 
bermacam-macam terapan yang berbeda pula.  
 Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke 
 mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkan 
 atas dua macam: 
1.  Bahasa tingkat rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar setiap 
instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus 
melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin. 
CPU mengambil instruksi dari  memori, langsung mengerti dan 
langsung mengerjakan operasinya.  Bahasa tingkat rendah bersifat 
primitif, sangat sederhana, orientasinya lebih dekat ke mesin, dan 
sulit dipahami manusia. Sedangkan  bahasa rakitan dimasukkan ke 
dalam kelompok ini karena alasan notasi yang dipakai dalam bahasa 
ini lebih dekat ke mesin, meskipun untuk melaksanakan 
instruksinya masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa mesin.
2.  Bahasa tingkat tinggi, yang membuat pemrograman lebih mudah 
dipahami, lebih “manusiawi”, dan berorientasi ke bahasa manusia 
(bahasa Inggris). Hanya saja, program dalam bahasa tingkat tinggi 
tidak dapat langsung dilaksanakan oleh komputer. Ia perlu 
diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang 
disebut kompilator atau compiler) ke dalam bahasa mesin sebelum 
akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah 
Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++, dan sebagainya.


-Menilai Sebuah Algoritma 
       Ketika manusia berusaha memecahkan masalah, metode atau teknik yang 
digunakan untuk memecahkan masalah itu ada kemungkinan bisa banyak 
(tidak hanya satu). Dan kita memilih mana yang terbaik di antara teknik-
teknik itu. Hal ini sama juga dengan algoritma, yang memungkinkan suatu 
permasalahan dipecahkan dengan metode dan logika yang berlainan. Yang 
menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengukur mana algoritma yang 
terbaik? 
Beberapa persyaratan untuk menjadi algoritma yang baik adalah: 
•  Tingkat kepercayaannya tinggi (realibility). Hasil yang diperoleh dar
proses harus berakurasi tinggi dan benar. 
•  Pemrosesan yang efisien (cost rendah). Proses harus diselesaikan
secepat mungkin dan frekuensi kalkulasi yang sependek mungkin.
•  Sifatnya general. Bukan sesuatu yang hanya untuk menyelesaikan satu 
kasus saja, tapi juga untuk kasus lain yang lebih general. 
•  Bisa dikembangkan (expandable). Haruslah sesuatu yang dapat kita 
kembangkan lebih jauh berdasarkan perubahan requirement yang ada. 
•  Mudah dimengerti. Siapapun yang melihat, dia akan bisa memahami 
algoritma Anda. Susah dimengertinya suatu program akan membuat 
susah di-maintenance (kelola). 
• Portabilitas yang tinggi (portability). Bisa dengan mudah 
diimplementasikan di berbagai platform komputer. 
•   Precise (tepat, betul, teliti). Setiap instruksi harus ditulis dengan 
seksama dan tidak ada keragu-raguan, dengan demikian setiap instruksi 
harus dinyatakan secara eksplisit dan tidak ada bagian yang dihilangkan 
karena pemroses dianggap sudah mengerti. Setiap langkah harus jelas 
dan pasti.
Contoh:   Tambahkan 1 atau 2 pada x. 
     Instruksi di atas terdapat keraguan. 
•  Jumlah langkah atau instruksi berhingga dan tertentu. Artinya, untuk 
kasus yang sama banyaknya, langkah harus tetap dan tertentu meskipun 
datanya berbeda. 
•  Efektif. Tidak boleh ada instruksi yang tidak mungkin dikerjakan oleh 
pemroses yang akan menjalankannya. 
 Contoh: Hitung akar 2 dengan presisi sempurna. 
 Instruksi di atas tidak efektif, agar efektif instruksi tersebut diubah. 
Misal: Hitung akar 2 sampai lima digit di belakang koma. 
•  Harus  terminate. Jalannya algoritma harus ada kriteria berhenti. 
Pertanyaannya adalah apakah bila jumlah instruksinya berhingga maka 
pasti terminate? 
•   Output yang dihasilkan tepat. Jika langkah-langkah algoritmanya logis 
dan diikuti dengan seksama maka dihasilkan output yang diinginkan.


-Penyajian Algoritma 

Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu 
tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan 
struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) 
dan  pseudocode.  Pseudocode adalah kode yang mirip dengan kode 
pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, atau C, sehingga lebih tepat 
digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan 
kepada pemrogram. Sedangkan algoritma disajikan dengan gambar,
misalnya dengan  flowchart. Secara umum,  pseudocode mengekspresikan 
ide-ide secara informal dalam proses penyusunan algoritma. Salah satu cara 
untuk menghasilkan kode pseudo adalah dengan meregangkan aturan-aturan 
bahasa formal yang dengannya versi akhir dari algoritma akan 
diekspresikan. Pendekatan ini umumnya digunakan ketika bahasa 
pemrograman yang akan digunakan telah diketahui sejak awal. 
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan 
hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan 
dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses 
tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan  garis penghubung. 
Dengan menggunakan  flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan 
pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di 
samping itu  flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi 
antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek.


Kamis, 27 Maret 2014

Belajar Algoritma

Belajar Algoritma Pemrograman bag. 1

Ditulis Oleh Surya Fajar SaputraMinggu, 05 September 2010 - 10:36 AM
PENDAHULUAN


1.   Dasar-Dasar Pemrograman
         Dalam dunia komputer dikenal beraneka ragam bahasa pemrograman. Karena begitu banyaknya, maka bahsa-bahasa tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang mengelompokkan menurut tingkatan bahasa, yaitu high level, middle level, dan low level. Ada juga yang mengelompokkannya menjadi procedural/functioning programming, object orietend programming, dan sebagainya. Pada dasarnya bahasa-bahasa pemrograman tersebut memiliki bagian-bagianyang serupa. Yang membedakan hanyalah tata bahasa yang digunakan.
2.   Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman
         Belajar memprograman tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman. Belajar memprogram adalah tentang metologi pemecahan masalah. Kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami. Belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa, aturan, tata bahasanya, instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasiancompiler-nya, dan manfaatkan instruksi-instruksi tersebut untuk membuat program yang ditulis dalam bahasa itu saja.

3.   Klasifikasi Bahasa Pemrograman
         Sampai saat ini terdapat puluhan bahasa pemrograman. Kita dapat menyebutkan antara lain bahasa rakitan (assemblly),Fortron, Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog. Bahasa-bahasa simulasi seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo dan banyak lagi. Belakangan juga muncul bahasa pemrograman baru seperti Perl dan Java.
Berdasarkan terapannya, bahasa pemrograman digolangkan atas :
  • Bahasa Pemrograman Bertujuan Khusus. Yang termasuk kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi), Fortran (terapan komputasi ilmiah), Prolog (terapan kecerdasan buatan), dan sebagainya.
  • Bahasa Pemrograman Bertujuan Umum. Dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Termasuk dalam kelompok ini adalah Pascal, Basic, dan C. Bahasa-bahasa bertujuan tidak berarti tidak bisa digunakan untuk aplikasi lain. Cobol misalnya dapat digunakan untuk terpan ilmiah.
4.   Langkah-Langkah Pembuatan Program
Langkah-langkah sistematis pembuatan program, sebagai berikut :
4.1.      Mendefinisikan permasalahan
4.2.   Membuat rumusan untuk pemecahan masalah
4.3.   Implementasi
4.4.   Menguji coba dan membuat dokumentasi

5.   Algoritma
         Algoritma adalah urutan aksi-aksi yang dinyatakan dengan jelas dan tidak rancu untuk memecahkan suatu masalah dalam rentang waktu tertentu. Setiap aksi harus dapat dikerjakan dan mempunyai efek tertentu.
         Algoritman dapat dituliskan dengan banyak cara, mulai dari menggunkan bahasa alami yang digunakan sehari-hari, simbol grafik bagan alir, sampai menggunakan bahasa pemrograman seperti bahasa Pascal.
         Dari sumber lain, algoritma diartikan sebagai urutan langkah-langkah logis penyelesaian suatu masalah yang disusun secara sistematis.
         Kata logis di atas merupakan kata kunci dalam sebuah algoritma. Langkah-langkah di dalam algoritma haruslah logis, ini berarti hasil dari urutan langkah-langkah tersebut harus dapat ditentukan, benar atau salahnya.

            Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan program. Jadi program adalah perwujudan atau implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer. Secara garis besar, algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah, sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman. Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman, dan kegiatan membuat program disebut pemrograman
(programming). Orang yang menulis program disebut pemrogram (programmer). Tiap-tiap langkah di dalam program disebut pemrogram (programmer). Tiap-tiap langkah di dalam program disebut pernyataan (statement) atau instruksi. Jadi, program tersusun atas deretan instruksi, bila suatu instruksi dilaksanakan, maka operasi-operasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dikerjakan oleh komputer. Komputer secara garis besar tersusun atas empat komponen utama, yaitu piranti masukkan, piranti keluaran, unit pemroses utama (CPU), dan memori. Mekanisme kerja keempat komponen tersebut adalah mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer, ketika program dilaksanankan (execute), setiap instruksi yang telah tersimpan di dalam komputer dikirim ke CPU, CPU mengerjakan operasi-operasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut. Bila suatu operasi memerlukan data, data dibaca di piranti masukkan, disimpan di dalam memori, lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya tadi. Bila proses menghasilkan keluaran atau informasi, keluaran disimpan ke dalam memori, lalu memori menuliskan keluaran tasi di piranti keluaran (misalkan dengan mencetaknya ke layer monitor).

6.   PASCAL
         Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level languange) yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Prof. Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama Pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan philosophi terkenal abad 17 dari Prancis. Prof. Niklaus Wirth memperkenalkan compiler bahasa Pascal pertama kali untuk komputer CDC 6000 (Control Data Corporation) yang dipublikasikan pada tahun 1971 dengan tujuan untuk membantu mengajar program komputer secara sistematis, khususnya untuk memperkenalkan pemrograman yang terstruktur (structured programming). Jadi Pascal adalah bahasa yang ditujukan untuk membuat program terstruktur. Beberapa versi dari Pascal telah beredar di pasaran, diantaranya UCSD Pascal (University of California at San Diego Pascal), MS-Pascal (Microsoft Pascal), Apple Pascal, Turbo Pascal, dan lain sebagainya.
7.   Langkah-Langkah Menuliskan Program Dalam Turbo Pascal
Langkah-langkahnya :
7.1.   Bukalah Software Turbo Pascal for Windows 1.5 (TPW 1.5).
7.2.   Pilih File à New, kemudian tulis Source Code program Pascal.
         Source Code Pascal dapat ditulis pada jendela kerja baru atau text editor Pascal dengan nama file noname00.
7.3.   Compile file dengan (ALT + F9 atau pilih sub menu Compile).
            Compile file dijalankan untuk mengecek Source Code apakah sudah memenuhi aturan penulisan Source Code atau kesalahan syntax. Sedangkan untuk mengubah Source Code menjadi sebuah program, kita gunakan build yang terdapat di Compile à Build. Setelah Source Code tercompile, terbentuklah sebuah file dengan ekstensi ”.exe” yang sudah merupakan sebuah program executable.
7.4.   Jalankan program dengan (CRTL + F9 atau pilih sub menu Run).
            Setelah kita compile file yang berisi source code, maka sebagai hasil kompilasi tersebut kita akan mendapatkan suatu file yang bisa dijalankan (executable file). Menjalankan program yang kita buat berarti menjalankan file hasil proses kompilasi tersebut.
7.5.   Untuk menyimpan pilih sub menu File à Save As.
Dalam melakukan penyimpanan, kita dapat memilih di direktori mana kita menyimpan file ”.pas atau ”.exe yang kita kerjakan, setelah memilih direktorinya kita dapat merubah nama file yang ingin kita simpan, dengan cara catatan di belakang nama file harus selalu dicantumkan ekstensinya (‘.pas).
READ MOREALGORITMA
Dalam matematika dan komputasi, algoritma atau algoritme [1] merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.
Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.
Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Sejarah istilah "algoritma"[sunting | sunting sumber]

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero Indorum". Pada awalnya kata algorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Masalah timbul pada saat akan menuangkan bagaimana proses yang harus dilalui dalam suatu/sebuah sistem (program) bagi komputer sehingga pada saat eksekusinya, komputer dapat bekerja seperti yang diharapkan. Programer komputer akan lebih nyaman menuangkan prosedur komputasinya atau urutan langkah proses dengan terlebih dahulu membuat gambaran (diagram alur) diatas kertas.

Jenis-jenis Algoritma[sunting | sunting sumber]

Terdapat beragam klasifikasi algoritma dan setiap klasifikasi mempunyai alasan tersendiri. Salah satu cara untuk melakukan klasifikasi jenis-jenis algoritma adalah dengan memperhatikan paradigma dan metode yang digunakan untuk mendesain algoritma tersebut. Beberapa paradigma yang digunakan dalam menyusun suatu algoritma akan dipaparkan dibagian ini. Masing-masing paradigma dapat digunakan dalam banyak algoritma yang berbeda.
  • Divide and Conquer, paradigma untuk membagi suatu permasalahan besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil. Pembagian masalah ini dilakukan terus menerus sampai ditemukan bagian masalah kecil yang mudah untuk dipecahkan. Singkatnya menyelesaikan keseluruhan masalah dengan membagi masalah besar dan kemudian memecahkanpermasalahan-permasalahan kecil yang terbentuk.
  • Metode serakah. Sebuah algoritma serakah mirip dengan sebuah Pemrograman dinamik, bedanya jawaban dari submasalah tidak perlu diketahui dalam setiap tahap; dan menggunakan pilihan "serakah" apa yang dilihat terbaik pada saat itu.
  • READ MORE